Senin, 30 Mei 2011

Memilih Teman dengan Hati-hati

Dengan siapa Anda menghabiskan waktu, dan apakah anda sudah memilih teman dengan hati-hati untuk masa depan Anda.

Robert Kiyosaki pernah mengikuti sebuah seminar 22 tahun yang lalu dimana instrukturnya meminta Robert menuliskan enam nama orang yang paling sering melewatkan waktu bersama Robert. Kemudian instruktur tersebut menulis dan mengumumkan, “Kalian sedang menatap masa depan kalian, keenam orang yang paling sering meluangkan waktu bersama kalian adalah masa depan kalian.”
Sekarang silahkan anda melakukan tugas yang sama, tulis enam orang yang paling sering dengan kalian. Mungkin tidak selalu teman anda, mereka mungkin rekan kerja, pasangan hidup, anak-anak, kelompok agama, atau kelompok sosial anda. Saya pribadi waktu mengerjakan tugas ini 6 tahun yang lalu, daftar nama saya didominasi rekan kerja. Sekarang setelah 6 tahun berlalu, kelima orang lain dalam daftar saya yang dulu masih menjadi teman baik saya, tapi kami jarang ketemu. Mereka orang-orang yang menyenangkan dan mereka hidup bahagia dengan hidup mereka. Perubahan saya hanya melibatkan diri saya, saya ingin merubah masa depan saya. Supaya berhasil mendapatkannya, saya harus merubah cara berfikir saya dan sebagai akibatnya juga merubah orang-orang yang menghabiskan waktu bersama saya.
Menurut saya pribadi, kesuksesan kita sangat tergantung 2 hal :
1. Apapun yang dimasukkan dalam otak kita.
2. Siapa yang kenal kita
Robert Kiyosaki dan saya tidak memilih teman-teman berdasarkan keadaan finansial mereka. Kami memilih teman-teman yang nyata-nyata berkaul kemiskinan dan juga teman yang menghasilkan jutaan dollar setiap tahun. Maksud saya, kami belajar dari mereka semua dan secara sadar kami berusaha untuk belajar dari mereka. Kami akui bahwa ada orang yang saya cari karena mereka mempunyai uang. Tetapi saya tidak mengejar uang mereka, saya mencari pengetahuan mereka. Dalam beberapa kasus orang-orang yang mempunyai banyak uang itu menjadi sahabat baik, tetapi tidak semuanya. Kami juga belajar dari teman-teman kami yang bergumul secara finansial, kami belajar apa yang tidak boleh kami lakukan.
Banyak orang datang ke tempat teman-teman yang kaya, tapi mereka datang untuk mencari satu atau dua hal atau kedua-duanya, yaitu :
1. Pinjaman/hutang
2. Pekerjaan
Mereka tidak pernah datang kepada teman yang kaya untuk bertanya bagaimana mereka bisa kaya.
Sudahkah Anda memilih teman-teman yang Anda ingin menjadi..?
Temukan seseorang yang telah melakukan apa yang ingin anda lakukan, ajaklah mereka makan siang, mintalah nasehat kepada mereka bagaimana cara mereka menjadi sukses.

Orang lain mencari artikel ini dengan keyword :

hati-hati dalam mencari teman (7), hati-hati dalam memilih teman (6), memilih teman (5), memilih teman yang baik (4), teman (4), memilih teman yang baik dalam belajar bersama (4), tip memilih teman (3), opini tentang belajar dengan teman (3), AKHLAK dengan teman (3), cara memilih teman (2)
Artikel Memilih Teman dengan Hati-hati ini dipersembahkan oleh TDWClub.com.

Apakah Alasan dan Tujuan Hidup Di Dunia ?

Tujuan hidup di dunia bagi setiap orang berbeda. Ketika kita bertanya kepada kebanyakan orang, apakah mereka ingin kaya dan merdeka secara finansial? Mereka akan mengatakan “Ya”. Tetapi ketika mereka harus menghadapi kenyataan, jalan yang tampaknya terlalu panjang, terlalu banyak bukit untuk didaki, terlalu banyak kerikil, dan untuk itu akan banyak orang yang menyerah.
Supaya orang kuat menjalani jalan yang panjang, berbukit dan berkerikil, orang membutuhkan alasan dan tujuan yang kuat.
Sebagai contoh, Sir Edmund Hillary, pendaki Mount Everest yang pertama. Ketika Sir Edmund Hillary ditanya,”kenapa anda mendaki gunung everest dengan mempertaruhkan nyawa anda? Apakah jika ditanya seperti ini, Sir Edmund akan menjawab seperti ini,”Tidak tahu ya.., saya cuma jalan-jalan pagi dengan anjing saya, kemudian saya melihat ada gunung, kemudian naik keatas, dan kemudian saya turun, eh..ternyata semua orang mengatakan,”Oh..kamu hebat..kamu hebat.” Apakah seperti itu? Sudah pasti bukan. Sir Edmund Hillary mempunyai alasan yang sangat kuat sedemikian sehingga tujuan sebagai orang pertama yang mampu mendaki mount everest menjadi obsesi. Ketika dia tidur dia bermimpi Mount Everest, ketika bangun dan membuka jendela dia lihat Mount Everest, ketika makan dia teringat Mount Everest, bahkan ketika ke toilet pun dia lihat Mount Everest.
Demikian juga Juara Olympiade Sprinter 100m Carl Lewis, ketika ditanya kenapa kamu juara? Apakah dia menjawab “Tidak tahu ya, saya lagi lari-lari, Eh.. tahu-tahu juara”
PIkirkan dan tulislah alasan-alasan anda untuk menjadi sukses. Apakah alasan anda sangat kuat?

Orang lain mencari artikel ini dengan keyword :

tujuan hidup (40), tujuan hidup di dunia (8), erti htujuan hidup dunia (5), alasan hidup (5), tujuan hidup Anda (4), hidup didunia (4), apa tujuan hidup anda (3), apa objektif hidup anda? (2), tujuan hidup dunia (2), jika ditanya tujuan karir anda (2)
Artikel Apakah Alasan dan Tujuan Hidup Di Dunia ? ini dipersembahkan oleh TDWClub.com.

Minggu, 22 Mei 2011

Berkata Tidak

Berkata Tidak

Berkata 'Tidak' Itu Mudah

Tahukah anda ketika kita berkata tidak? Bahwa dalam hidup ada suatu perbuatan yang sia-sia tapi tak menghasilkan? Perbuatan itu adalah berusaha untuk selalu berkata ”ya” untuk memuaskan orang lain. Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi sebuah cerita rakyat dari Eropa yang mengilustrasikan hal ini dengan sangat baik. Selamat membaca!


Di suatu pagi hari yang cerah, seorang penggiling tepung dan anaknya pergi untuk menjual hasil gilingannya ke kota. Anaknya menunggangi keledai sementara ayahnya berjalan di sisi keledai itu.

Di perjalanan mereka bertemu dengan seorang dari desa sekitar. Orang itu berkata “Kamu seharusnya malu dengan dirimu sendiri!” Katanya dengan nada merendahkan. “Kamu duduk dengan nyamannya sementara ayahmu yang sudah berumur harus berjalan. kamu tidak punya rasa hormat!” Dengan malu-malu, sang anak dan ayahnya saling menatap dan bertukar tempat dengan rasa malu.

Ketika mereka melanjutkan perjalanan, seorang tua menghardik mereka. Katanya “Bagaimana kamu ini? Duduk dengan nyamannya di atas keledai sementara anakmu kesulitan mengikutimu. Lihat!”


Akhirnya sang ayah memutuskan untuk menunggangi keledai itu bersama dan melanjutkan perjalanan.

Tak lama kemudian, datanglah seorang wanita dari arah sebaliknya. Dia juga menemukan kesalahan pada pengaturan tersebut. “Aku tak pernah melihat kekejaman seperti ini! Kalian berdua terlalu berat untukkeledai yang malang tersebut. Dasar pemalas! Akan lebih pantas bila kalian berdua yang membawa keledai itu dan hasil gilinganmu.”

Karena tak ingin mengecewakan wanita itu, sang ayah memerintahkan anaknya untuk mengikat kedua kaki keledai tersebut. Sementara ia memotong sebuah batang yang panjang dan kuat untuk membawanya. Mereka berdua kemudian meyisipkan batang tersebut diantara kaki-kaki keledai yang kini sudah terikat. Mereka membawanya seperti orang suku yang baru mendapatkan tangkapan dan melanjutkan perjalanannya ke kota.

Ketika mereka menyebrangi sungai, keledai mereka ketakutan melihat pantulan dirinya di air sungai yang belum pernah dilihat sebelumnya. Keledai itu mulai meronta-ronta dengan sangat kencang dan menyebabkan kedua pemiliknya kehilangan kesimbangan dan melepaskan pegangan mereka.

Keledai itu terjatuh ke sungai dan tidak bisa berbuat apa-apa karena masih terikat. Singkat kata, keledai itu mati terseret arus air dan tenggelam. Sedangkan kedua pemiliknya hanya melihat dengan pasrah.

Moral of the story: After a moment of silent reflection, the father turned to the boy and spoke: ”Son, we learned a valuable lesson today. We learned that when you try to satisfy everyone, you end up losing your ass*.”

Moral dari cerita: Setelah terdiam dan merenung beberapa saat, sang ayah berpaling ke anaknya dan berkata: Nak, kita mendapat pelajaran berharga hari ini. Kita belajar bahwa; ketika kamu berusaha untuk memuaskan semua orang, kamu akan kehilangan bokong*mu.”

Cat: Dalam bahasa Inggris, keledai dan bokong memiliki penulisan yang sama (ass). Kehilangan bokong dapat diartikan sebagai merugikan diri sendiri.

Karena kita semua ingin disukai, kita berusaha untuk memuaskan. Bila tidak dikendalikan, kebutuhan kita untuk diterima oleh orang sekitar dapat menempatkan kita pada misi yang tidak berkesudahan dan sia-sia. Biasanya hal ini ditemui ketika kita menolong seseorang (seperti anggota keluarga, teman, rekan, atau masyarakat) secara terpaksa karena rasa “nggak enak lah!

Hal ini seringkali menjadi penghalang kita dalam mencapai tujuan atau ambisi pribadi.

Ketidakmampuan untuk berkata “tidak!” adalah salah satu penyebab maraknya penyalahgunaan narkoba, dan minuman keras. Jadi, apa yang anda tunggu lagi? Bila anda melakukan sesatu dengan terpaksa dan rasa tidak enak hati, angkat gagang telpon anda dan katakkan “tidak” sekarang juga!

Ingatlah kata-kata si penggiling tepung.

When you try to satisfy everyone, you end up losing your _ _ _ !”

Salam dahsyat!

Orang lain mencari artikel ini dengan keyword :

tdw club (10), berkata tidak (6), www tdwclub com/life/berkata-tidak/ (2), upaya untuk menyelesikan permasalahan moral (1), saya tidak bisa berkata tidak (1), orang itu memang harus tulus dan ihklas tetapi harus tetap waspada (1), kadang semua bisa menjadi berharga setelah kamu kehilangan bahasa inggris (1), gengsi dengan pendapat orang lain menunjukkan ilmunya gak ada (1), berusaha tuk berkata benar (1), berkata ya dan tidak (1)

Artikel Berkata Tidak ini dipersembahkan oleh TDWClub.com.

Selasa, 17 Mei 2011

Bertindak..!

Bertindak..!

bertindak

Banyak orang belajar dan tidak pernah bertindak maka hasilnya Nol Besar. Banyak orang bertindak dan tidak pernah belajar maka hasilnya cuma begitu-begitu saja dan tidak berkembang. Seperti mangkuk rezeki, kalau kita tidak pernah belajar untuk memperbesar rezeki kita maka rezeki yang berlimpah terus tumpah karena mangkuk rezeki kita tidak bertambah besar. Dan yang paling parah, orang yang tidak belajar dan tidak bertindak. Mereka jadi pengangguran seumur hidup tertekan dan hidup menjadi beban orang lain. Sekarang sampailah di penghujung artikel “Bagaimana Kaya ala Robert Kiyosaki”. Tanpa terasa 35 artikel setiap hari sudah berlalu. Dan sekarang, tibalah saatnya anda untuk bertindak. Bertindak bukan berarti berhenti belajar. Jadi saran saya dan Robert Kiyosaki :

1. Berhentilah melakukan apa yang sedang anda lakukan. Dengan kata lain, ambillah istirahat dan nilailah apa yang berhasil dan apa yang tidak berhasil. Definisi gila adalah melakukan hal-hal yang sama dan mengharapkan hasil yang berbeda. Berhentilah melakukan apa yang tidak berhasil dan carilah sesuatu yang baru untuk dilakukan.

2. Carilah gagasan atau ide baru. Untuk gagasan investasi yang baru, saya pergi ke toko buku dan mencari buku-buku tentang topik yang berbeda dan unik. Saya menyebutnya formula. Saya membeli buku-buku praktis tentang formula yang sama sekali tidak saya ketahui.

3. Temukanlah seseorang yang telah melakukan apa yang ingin anda lakukan. Ajaklah mereka makan siang. Mintalah nasihat atau petunjuk dari mereka, trik-trik kecil perdagangan itu.

4. Ikutlah kursus dan belilah kaset. Saya melihat koran untuk mencari kursus baru dan menarik. Banyak yang gratis atau dengan biaya yang murah. Saya juga menghadiri dan membayar seminar yang mahal mengenai apa yang ingin saya pelajari. Saya kaya dan bebas dari kebutuhan akan pekerjaan hanya karena kursus-kursus yang saya ambil. Saya mempunyai teman yang tidak mengikuti kursus-kursus itu dan memberitahu saya bahwa saya hanya membuang-buang uang. Dan ternyata mereka masih pada pekerjaan yang sama.

Orang lain mencari artikel ini dengan keyword :

tdw club (13), ira ariati (3), Bertindak (2), seminar life management rev tdw (2), orang belajar (2), kode aktivasi tdw mastery (1), melakukan hal yang sama dan mengharapkan hasil yang berbeda (1), Jodie Lienardy (1), indra pamulihan (1), bertindak adalah (1)

Artikel Bertindak..! ini dipersembahkan oleh TDWClub.com.

Investasi Dalam Pendidikan


Investasi Dalam Pendidikan



investasi pendidikan


Pertama-tama investasilah dalam pendidikan.


(Robert T. Kiyosaki)



Dikatakan oleh Robert T. Kiyosaki bahwa kita mempunyai kekuatan pilihan tentang apa yang kita letakkan dalam otak kita. Apabila sebagian besar waktu kita gunakan untuk hal-hal yang penting maka kita akan menghasilkan hal-hal yang penting. Apabila sebagian besar waktu kita curahkan untuk hal-hal yang tidak penting, maka kita akan mendapatkan hal-hal yang tidak penting juga. Kita bisa memilih melihat TV sepanjang hari (sinetron sepanjang hari) atau menghadiri kelas perencanaan finansial, bisakah anda bayangkan bila kita mencurahkan waktu 2000 jam setahun (waktu yang sangat banyak) untuk menonton film kartun, jadi apakah kita?….(seperti kartun!!).


Dalam kenyataannya, satu-satunya Aset Nyata yang kita miliki adalah pikiran kita, alat yang paling kuat dan melekat di diri kita. 90% penduduk membeli TV tapi hanya 10% yang membeli buku, kaset-kaset tentang investasi. Kebanyakan orang lebih memilih membeli investasi daripada berinvestasi lebih dulu dalam belajar cara berinvestasi.


Robert Kiyosaki menginvestasikan US$ 385 untuk mengikuti seminar 3 hari tentang bagaimana membeli real estate tanpa uang muka sama sekali di tahun 1973, dan seminar itu menghasilkan US$ 2 juta. Dan karena satu seminar tersebut, Robert Kiyosaki tidak perlu bekerja selama sisa hidupnya. Rata-rata orang kalau ditanya mana yang menghasilkan uang lebih banyak? Leher keatas atau leher kebawah? Sebagian besar menjawab leher keatas, tapi ketika mereka ditanya berapa besar dana, waktu, tenaga, pikiran yang dicurahkan untuk investasi leher keatas, mereka bilang sangat sedikit atau tidak pernah sama sekali.


Saya pribadi terus investasi (beli buku, kaset, seminar) untuk terus meningkatkan diri dan merupakan komitmen pribadi untuk constant and never ending improvement. Buku yang paling mahal yang pernah saya beli, satu buku harganya US$400, dari buku ini menghasilkan puluhan ribu dollar dan masih berlanjut. Seminar paling mahal yang pernah saya hadiri adalah US$ 13.500, dari seminar ini merubah semua arah dari hidup saya, dan menghasilkan ratusan ribu dollar dan masih berlanjut.


Apabila anda ingin merubah hidup, ada 2 hal yang akan merubah hidup anda, yaitu :


  1. Apapun yang dimasukkan dalam otak kita.
  2. Siapa yang kenal kita.


Untuk penjelasan kedua, siapa yang kenal kita, akan dibahas dalam tips selanjutnya. Saran saya segera mulai investasi dalam pendidikan ! Sekarang!


Orang lain mencari artikel ini dengan keyword :

INVESTASI DALAM PENDIDIKAN (4), investasi pendidikan (3), www koharonline com (2), definisi investasi untuk anak anak setingkat sma (2), seminar membangun karakter anak didik (1), moto dalam satu pendidikan (1), motto dalam pendidikan (1), peluang bisnis dalam pendidikan (1), pengertian investasi pendidikan (1), tdw club motivasi pendidikan (1)

Artikel Investasi Dalam Pendidikan ini dipersembahkan oleh TDWClub.com.